Aliran Rasa Pra-Matrikulasi IIP Batch 7

Wow, setelah 5 tahun akhirnya blog Otakusut ini diaktifkan kembali. Lima tahun yang lalu saya masih mamah muda berkepala 2 dengan 1 anak. Sekarang saya sudah beranak 2 dan menjadi mamah berkepala 3, bertanduk 2, dan bergigi taring. Hahaha.

Blog ini akhirnya saya pakai lagi untuk mendokumentasikan tugas menulis saya dari Institut Ibu Profesional (IIP). Untuk yang tidak sengaja kesasar ke blog ini, lalu bertanya-tanya apa itu IIP, bisa coba cek ke ig @institut.ibu.profesional.

Secara garis besar, IIP itu komunitas atau wadah untuk memfasilitasi ibu-ibu yang ingin belajar menjadi seorang ibu / istri yang baik bagi keluarganya. Membernya sudah tersebar di seluruh pelosok Indonesia, sampai ke luar negeri. Setiap tahun komunitas ini membuka pendaftaran dan dalam hitungan hari kuotanya langsung penuh. Saya sendiri akhirnya bisa terdaftar di IIP batch 7, bersama sekitar 3000 member lainnya. Alhamdulillah masih kebagian tempat. Dan dengan terdaftarnya saya di batch ini, saya kembali mendapat status "mahasiswi". Kira-kira kalo nonton di bioskop bisa dapat diskon pelajar lagi gak ya? Hihihi.

Ada beberapa tahapan yang nanti saya dan mahasiswi lain harus lalui selama belajar di IIP. Dua minggu kemarin saya melalui tahapan Pra-Matrikulasi atau Foundation. Isinya lebih ke perkenalan apa itu IIP, siapa jajaran pengurusnya, dan agenda akademik apa yang akan dilalui ke depannya. Setelah tahapan Pra-Matrikulasi ini, selanjutnya akan masuk ke tahap Matrikulasi yang menjadi salah satu inti perkuliahan IIP.

Nah, demikian sekilas info soal IIP. Sekarang saya mau cerita apa yang dirasa setelah ikut kelas Pra-Matrikulasi selama 2 minggu kemarin.

Jawabannya adalah: saya kelabakan. Hahaha. Saya terbiasa menjadi ibu yang go with the flow dalam mendidik anak. Sering ikut parenting dan mencatat, tapi sampai ke rumah catatannya digeletakin dan lanjut nonton Spongebob sama anak-anak. Saya juga sudah tidak terbiasa lagi belajar dan mengerjakan tugas. Sudah lama nggak membaca buku atau materi pelajaran dengan serius. Dulu pas SMA sehari bisa baca 2 buku. Sekarang baca materi 2 halaman aja udah merem melek.

Dalam 2 minggu terakhir ini, selain IIP, saya juga sedang gabung di beberapa kulwap lainnya. Topik yang dibahas berbeda, semuanya menarik untuk diikuti, dan semuanya kadang memberikan tugas yang membutuhkan waktu untuk mengerjakannya. Saya yang sudah lama hidup tanpa manajemen waktu dan gadget, tiba-tiba jadi dijejali banyak hal. Rasanya seperti orang yang berlarian kesana-kemari tapi tidak tahu prioritas mana dulu yang harus dikerjakan. Akhirnya tanpa disadari saya kok malah jadi sering bolak-balik cek HP dan menunda-nunda urusan anak. Sampai si kecil pernah lama gak dicebokin karena saya sibuk manjat chat yang udah ratusan. Heuheuheu.

Sebenarnya di awal kelas Pra-Matrikulasi kemarin ada materi dan diskusi tentang Management Gadget. Tapi saya baru sekedar baca teori dan resume diskusinya. Praktiknya masih diperjuangkan untuk dapat yang pas diterapkan buat saya, suami dan anak-anak.

Lalu kemarin malam juga diadakan Generale Studium (GS). Ini untuk mengawali dimulainya kelas Matrikulasi. Diadakan dalam bentuk chat group di Telegram dan saya cukup terpukau karena susunan acaranya benar-benar disusun layaknya sebuah GS di gedung kuliah.

Ada sambutan dari founder IIP, ibu Septi Peni Wulandani, dan beberapa penggerak IIP lainnya. Lalu ada kisah sukses dari alumni sebelumnya, dilanjutkan dengan tanya jawab. Dan peserta chat groupnya itu sampai 2.700 orang. Kebayang ya, kalau di gedung beneran kumpul ibu-ibu sebanyak itu gimana berisiknya suasana. Ada yang halo-halo apa kabar, curhat, bahas resep, cekikikan. Hahaha.

Ternyata walau GS ini diadakannya dalam bentuk online, kondisinya tetap heboh (tapi gak ada yang cekikikan ya). Saya bisa membayangkan tim admin yang jempolnya mungkin sampai kram karena harus nyetop peserta yang bolak-balik kirim chat di waktu yang tidak seharusnya. Hehe. Semangat ya kaka!

Tapi saya salut luar biasa dengan jajaran admin, manajer, kepala suku, dan alumni IIP yang sudah mengkoordinir acara GS ini. Terlebih kepada semua yang menggerakan komunitas ini. Semuanya layak jadi inspirasi. Dengan melihat profil para alumni IIP dan membaca tulisan-tulisan mereka, pelan-pelan saya jadi melek bahwa banyak potensi yang bisa digali dari seorang wanita walaupun dia 'hanya' seorang ibu rumah tangga, seperti saya.

Belajar di kelas Matrikulasi IIP mungkin tidak mudah. Tiap minggu ada tugas yang harus dikerjakan. Wow. Semoga tidak ada yang saya lalaikan. Bismillah. Saatnya saya melek, bangun, belajar lagi, dan membenahi diri. Go go go!

#aliranrasa
#pramatrikulasi
#matrikulasiiipbatch7

Happy Birthday, Son !

Tanggal 14 April kemarin Alief ulang tahun yang pertama. Alief is no longer a baby, sekarang udah disebutnya batita. Yaaay! Karena males repot, kita gak ngadain pesta ulang tahun. Hahaha. Tapi di kompleks sini anak kecilnya banyak banget. Kayaknya ada deh sekitar 15 ekor. Beberapa anak kecil suka ketemu di taman dan tau namanya juga. Tapi sebagian dianter sama baby sitter, jadi kita gak kenal ortunya. Biar gaul sama ortunya juga, akhirnya kita bagi-bagi goodie bag aja. Sebenernya bukan goodie bag ding, tapi goodie basket :D


Parselnya Alief

Siap-siap mau keliling bagi-bagi parsel

A very happy birthday to my little Alief. 
Bunda will always send you tons of good wishes, kisses and hugs. 

Pura-pura Bego


Kalau untuk urusan pura-pura bego, bokap saya emang kadang suka nekad. Maksudnya nekad pura-pura bego, tapi ujungnya emang jadi bego beneran.

Suatu hari saya dan keluarga mau masuk ke kawasan wisata Tangkuban Perahu. Kita pergi berenam. Ada bokap, nyokap, saya, Alief, kakak saya, dan satu temen kakak saya yang orang bule dari Yunani. Sebut saja namanya Yatno (*bule apaan ya namanya Jowo gitu*). Si Yatno ini kebetulan gak bisa bahasa Indonesia. Baru fasih ngomong 'terima kasih' doank.

Pas mobil menyusuri pintu gerbang masuk, kita membaca harga tiket yang terpampang di papan. 

Domestik : Rp.13.000
Internasional : Rp.50.000

Kemudian seorang mbak-mbak menghampiri untuk mengecek isi penumpang.

Si Mbak : "Selamat pagi. Berapa orang Pak?"
Bokap     : "Enam. Lima dewasa, satu balita"
Si Mbak : "Ada orang asingnya ya Pak?" (ngintip ke arah Yatno yang pake kacamata item)
Bokap     : "Nggak ada. Lokal semua" (pura-pura bego)
Si Mbak : "Itu yang pake kacamata item bukan turis asing Pak?"
Bokap     : "Bukan" (pura-pura bego stadium dua)

Saya yang duduk di samping bokap cuma kebat-kebit. Gak nyangka tiba-tiba bokap ngomong gitu. Yaolo, demi tiket murah bokap rela berbohong. I'm proud of you Dad...

Tapi si Mbak ini kayaknya udah ikut latihan kopasus. Terlihat dari kegigihan dan ke-kepo-annya. Mungkin bokap bukan orang pertama yang pernah ngebohong. Si Mbak kemudian mengetok-ngetok kaca jendela belakang tempat nyokap, Yatno, dan kakak saya duduk.

Si Mbak : "Bu, tolong buka kaca jendelanya ya"

Nyokap yang ngerasa gak enak ati akhirnya ngebuka kaca jendela. Si Mbak kemudian menatap dan menyapa si Yatno, "Halo, selamat siang Maaasss?". 

Yatno yang dari awal merasa tidak dilibatkan dalam drama ini jelas bingung tiba-tiba disapa begitu. Akhirnya yang keluar dari mulutnya adalah : "Yes? What? Excuse me??"

AAAAAKKKKK!! Memalukaan!

Merasa ikan tangkapannya masuk jaring, si Mbak malah melanjutkan, "Maaf, mas dari mana?". 

Yatno makin bingung, kemudian menatap kakak saya mencari pertolongan karena gak paham, "Sorry, what did she say?".

AAAAAKKKKK!! Memalukan stadium duaaaa!

Antara pingin jeduk-jedukin kepala Yatno atau ngejepit kepala mbak-mbak nya dengan jendela sampe kleper-kleper. Tapi untung si Mbak cukup behave dengan tidak menunjuk-nunjuk bokap sambil teriak "KAMU PENDUSTA!!!". Dia cuma menutup perjumpaan dengan kata-kata, "Jadinya lima domestik, satu turis internasional ya Pak". 

Mbak-mbaknya stay cool.
Bokap stay cool.
Saya ngelus-ngelus dada.

ITB Berubah


Saya baru nyadar kalau belakang kampus ITB berubah tampilan. Padahal kayaknya belum seminggu saya lewat sini. Saung-saung makanannya sekarang dibuat seragam. Gerbang belakangnya juga ditutup. Angkot juga kayaknya gak boleh berenti lagi di 'bekas' gerbang belakang. Sebagai gantinya, pintu masuk yang dekat gedung SBM dibuka lagi. Terus di dekat pintu masuk ada plang dengan tulisan 'Tempat Naik Turun Penumpang'. Yaa...tetep aja kalau pas ada angkot yang ngetem di situ jadinya malah macet secara jalanannya sempit.

Menggunakan kamera blekberi dengan pixel rendah dan shutter speed yang tidak memadai, saya berhasil menangkap beberapa momen. Susah lho ambil fotonya, soalnya sambil nyetir dan tidak lagi memperhatikan keselamatan pejalan kaki. 

Gerbang belakang sekarang ditutup. 
Tapi masih bisa dipakai buat latian loncat galah.

Saung-saungnya sekarang seragam. Keliatan gak? Keliatan gak?

Masih di seputaran gerbang belakang.

The day when the baby was born


Setiap emak-emak normal pasti berapi-api kalo ditanya pengalaman saat hamil dan melahirkan, baik pengalaman pahit ataupun indah. Saya juga gak mau kalah untuk sharing soal yang satu ini.

Masa-masa hamil saya sebagian besar dihabiskan di kosan, soalnya waktu itu saya masih nyelesain studi master di Bandung. Ortu ada di beda kota, mertua beda kota, suami beda pulau, presiden Obama beda negeri. Selama tinggal di kosan, mostly saya baik-baik aja sih. Kadang-kadang merasa kesepian wajar donk. Apalagi pas lagi puyeng sama tugas kuliah atau pingin makan suki tapi gak ada yang nganterin. Supaya tetap sabar saya berusaha mengingatkan diri bahwa banyak emak-emak hamil yang kondisinya lebih memprihatinkan, jadi saya gak boleh mewek-mewek. Tiap malem menjelang tidur saya jadi suka curhat sama bayi saya. That way, I felt so close with my baby. Just the two of us passing the night.

Waktu mulai hamil besar 7 bulan saya akhirnya diboyong tinggal sama ortu yang pindah sementara ke Bandung. Masuk usia kandungan 38 minggu, di kampus juga mulai musim UAS. Waktu itu udah stres berat ngadepin UAS plus hari-hari menjelang brojolan. Memang normalnya bayi akan brojol saat 40 minggu, tapi banyak yang bilang kalau bayi cowok suka brojol lebih cepat.

Kamis, 12 April 2012
H-2 menjelang lahiran
Si dudul pas dinas ke Bandung dan kita tinggal di Hotel Hyatt. Malam harinya saya konsultasi rutin ke dokter obgyn saya di RSIA Hermina Pasteur dan terjadilah obrolan dengan dr.Evi Arijani,Sp.Og yang ramah dan baik hati.

dr.Evi : Kepalanya sudah mulai turun, tapi belum terlalu masuk jalan lahir..
Saya   : Harus diapain dok?
dr.Evi : Coba sering-sering olahraga jongkok-berdiri ya..

Maka, malam itu di hotel saya dan si dudul kompak jongkok-berdiri kayak dua kodok latihan balet. 

Jumat, 13 April 2012
H-1 menjelang lahiran
Saya dan si dudul masih sarapan di hotel. Tak lupa foto-foto di lift hotel macem ABG tua. Hari itu saya ada UAS dari jam 8 pagi sampai 5 sore. Gak ada feeling apa-apa selama di kampus. Cuma memang berasa agak aneh karena ada rasa mulas ringan yang muncul dan hilang. 

Selesai UAS jam 17.30 saya telpon si dudul. Saya cerita kalau perut saya agak mulas dan mencurigakan. Akhirnya si dudul dateng ke kampus dan kita naik taksi ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, eng..ing..eng...ternyata udah bukaan 3. Saya dan si dudul masih bisa ketawa-ketawa. Gila, ternyata acara jongkok-berdiri kemarin malam langsung bereaksi! Akhirnya drama brojolan pertama saya akan segera dimulai. Haha! Saya masuk kamar bersalin pukul 19.00.

Sabtu, 14 April 2012
Saatnya lahiran
Selama nunggu kontraksi saya bertanya-tanya akan brojolan jam berapakah kira-kira. Kalau saya brojol sebelum jam 12 malem berarti anak saya lahirnya pas Jumat tanggal 13. Kok kayaknya rada spooky ya, hohoho! Tapi ternyata jam 12 malemnya kelewatan juga dan hari sudah berganti jadi Sabtu.

Pukul 01.00 belum ada kabar bahwa dokter obgyn langganan saya bisa datang. Waktu itu saya udah sakit merem-melek. Gak peduli lagi mau dibantu lahiran sama sapa. Pinginnya cuma cepet brojolin bayi, cepetan dijahit, terus lari ke Sushi Tei untuk ngabisin semua Aburi Salmon Roll yang ada di sana. Akhirnya diputuskan pakai dokter jaga. Pas datang, ternyata dokternya sterek kayak mbok-mbok tapi cool abis. Ngasih instruksinya lempeng banget dan kayak gak berperasaan, tapi cekatan dan tenaganya mantap. Ane suka gaya ente, dok!

And finally...brojol juga anak pertama saya. Pukul 02.23. Bayi laki-laki yang kepalanya peyang karena emaknya gak kuat ngeden. Berat 3.26 kg dan panjang 48 cm. Dan hari Senin nya pun saya tidak ikut UAS :D

Alo, cemuanya. Nama akuh Alief. Ayah bundaku pelit gamau beliin guling. 
Cebagai gantinya akuh dikaci botol ail minelal..

The Reborn of Otakusut


Gila mameeeeen...Udah lama banget gak buka blog ini. Postingan terakhir pas tanggal 31 Desember 2010. Berarti udah 2 tahun lebih blog ini gak diutak-atik.

Berubung sekarang saya banyak nganggur, tiba-tiba saya jadi kangen nge-blog lagi. Awalnya blog otakusut ini mau saya lupakan dan bikin blog baru aja. Kebetulan semboyan hidup saya memang 'Habis manis sepah dibuang'. Cuma kok jadi sayang juga soalnya blog ini historis banget buat saya. Akhirnya sepah tadi saya telan kembali. Hehehe... Sebagai gantinya, supaya jadi semangat blogging lagi, theme-nya otakusut saya percantik.

Saya mulai males dan akhirnya berenti nulis blog sejak kerja. Entah kenapa saya jadi malu nulis karena beberapa orang kantor mulai banyak yang baca blog saya. Bego ya sayah... 

Itulah dilema saya membuat blog. Di satu sisi pingin banyak yang baca. Tapi di sisi lain gak pingin terlalu dipublikasi karena saya jadi gak bisa gosipin orang kantor. Hahaha! Padahal kehidupan saya waktu itu cuma berkisar seputar kantor dan kantor. Saya gak punya banyak teman apalagi second life untuk dijadiin bahan cerita (emang kesian deh kalo jadi orang gak gaul...). Tapi kalau menjadikan kantor sebagai objek banyolan dan gosip takut ceritanya kebablasan gak jelas. Akhirnya I lost my appetite for sharing. Bego lagi ya sayah...

And after more than 2 years, soooooo many things have changed!
Pertama, saya sudah resign dari kantor yang lama. Lanjut sekolah lagi dan sekarang dah lulus. Officially becoming a jobless and welcoming myself into this harsh after-school life. Haha!

Kedua, saya sudah nikah sama pacar yang dulu-dulu aja dan dah beranak juga. Wow, the upcoming blog posts will be full of my baby-boy's stories!

So, that's it for my first post after years. I'm gonna see you soon! 

Last day

Uwooo....ini hari terakhir saya ngantor.
I'm gonna miss my messy desk and people here :'(


Baidewei, selamat tahun baru untuk semuanya. Meskipun saya ga punya rencana untuk merayakan pergantian taun (kesian deh eik...), tapi tetep excited untuk pasang kalender baru (yang lama dah sobek-sobek).

Tomorrow is new year, new beginning! Hu yeah!

my...oh my...

Gara-gara baca status seseorang di Facebook tentang Friendster, akhirnya saya iseng buka lagi situs yang satu ini. Jadul banget sampe username sama password nya pun lupa.

Pas dibuka, shouting terakhir saya tertanggal 05-September-2007. Eyahahaha... Terus di salah satu testimonial, saya nemu komentar yang ditulis tahun 2008 dengan cuplikan sebagai berikut :

Hai Mbak Lely...
Salam Kenal Kembali ya....
Sorry kelamaan Balesnya..

Diriku baru aja Menamatkan seluruh Postingan di Otakusut nh, dari yang akhir ampe yang awal, Tapi kq tiba2 jadi lemes ya, Apa karena kebanyakan ketawa.. hehe....

Saya langsung merasa terharu dan ingin menangis dengan cantiknya (harus cantik donk, biar kek di pelem-pelem gitu). Bisa-bisanya ada orang yang mau baca postingan di blog ini dari depan sampe belakang. Sebegitu tidak berartinya kah waktu yang ia miliki?

Hehehe.
Yang nulis namanya Gilang. Dulu sempat kenalan lantaran kita punya blog yang namanya hampir mirip. Saya pake Otakusut, dia Otakanan. Tapi barusan saya cek lagi kok blog-nya gak nemu ya, hohoho. Btw, thanx for the sweet and honest comment ya :)
*eh itu nulisnya beneran honest kan?!*

Berita lain hari ini...
Saya lagi kesurupan main Farm Frenzy 2. Game nya free, lho. Ada beberapa yang kasih link donlot nya. Saya sendiri lupa ambil dari mana, tapi alternatif lainnya bisa di-donlot di sini.



Udah ah, lagi males nge-blog (perasaan emang males melulu :P)
Mau lanjut main lagiiii....

Random Colors

Finally i got a chance to use my tele lens in a short holiday trip with mom and my sister. I used secondhand 55-250 mm Canon EFS IS lens I bought from Kaskus several while ago. In the middle of my activities taking photos, I accidentally dropped my DSLR camera. I was totally SHOCKED! Fortunately, it's still normally functioned, although with some deep scratch in some part of its body. Sorry, baby... :"(

Anyway, i've just found out that Image Stabilizer (IS) feature in my tele lens was really useful in helping me produce quite sharp picture. I casually tried to turn it off and I got a blur photos, especially in the low light situation. I always enjoy taking candid photos and see the expressions of people. Maybe I should be paparazzi, hehe...

Weird kid I saw in city hall (Click to enlarge)

Guardian of arc de triomphe? (Click to enlarge)


Some pictures below are another random point and click (i should really learn more about composition :"P), but I love the colors. But since currently I don't have picture editors in this computer, i haven't edit the brightness and contrast yet. So please understand if the pics are too bright or too dark. Hehe...

Another wodden toys I fall in love with (Click to enlarge)

Kitchen berries (Click to enlarge)



Ah, what a colourful day.
Have a nice weekend, everybody! :)

Sore. Hujan. Sepatu baru.

Lantaran keracunan iklan Wondershoe dari blognya Diana Rikasari, akhirnya saya beli juga 1 biji di sana. Kebetulan emang lagi cari sepatu sandal baru sejak yang lama sudah gak layak eksis lagi. Hehehe...

Cuman si Wondershoe ini pesennya rada lama. Sepatunya baru dibikin pas kita pesen dan prosesnya bisa 1 bulan (tapi punya saya kayaknya gak selama itu deh). Yah, anyway... sore ini tiba2 paket Wondershoe saya udah nyampe. Sweet! ^^

Sesaat sebelum box ini diceraiberaikan


Langsung dicoba!!
Alhamdulillah muat di kaki saya yang gigantic ini. Fuuuuh lega... T_T



Tikus narsis. Emangnya gak bau ya?

In love with cocoa

Kemarin saya baru baca di majalah Prevention kalau minuman cokelat itu baik buat kesehatan jantung dan bisa mencegah penebalan pembuluh darah / aterosklerosis. Sebenernya saya nggak ngerti sih atersklerosis itu gimana (ditulis di sini biar keren ajah).

Tapi perlu digarisbawahi kalau cokelat di sini beneran COKELAT as in bubuk kakao murni ya. Jadi bukan minuman cokelat yang udah dicampur gula dan susu entah-entah.

So, saya akhirnya membuat minuman coklat favorit saya sendiri. Bahannya adalah:
1. Susu tanpa rasa, rendah lemak
2. Bubuk kakao 100%
3. Madu

Semuanya dicampur, diaduk, dan diminum glek-glek-glek.... Kemudian acungkan jempol dan ucapkan "Enaaaaaakkk...!"

Biasanya saya pakai madu buat suplemen tambahan aja. Apalagi kalau badan lagi gak fit, biasanya saya pakai madu 2 sendok. Tapi kalaupun gak pake madu, buat saya sensasi pahitnya tetep enak \^_^/

I love you cocoa milk!

Kalo beli bubuk cokelat, carilah yang komposisinya 100% kakao!

Gara-gara keranjingan minum cokelat,
taplak meja dan karpet jadi korban bubuk kakao.



Memilih Kata

Selasa, 27 april 10, 15.40 di ruang tunggu bandara..

Another short trip to surabaya.Berubung lg bengong, bloging dulu pake pi-chan (*nama henpon saya*).

Kemarin pas ngecek status tiket via call center saya harus nyebutin kode booking SLQWBR. Pernah gak sih ada yang kesulitan cari kata2 yang pas merepresentasikan huruf-huruf seperti itu?

Pernah kejadian saya harus eja nama yang ada huruf 'A' nya. Ntah kenapa yang kepikiran pertama kali adalah 'Anjing'. Cuma takut gak etis gitu. Apalagi kalo sinyalnya lagi jelek, jadi harus rada-rada teriak. Ntar dikira orang, saya lagi maki-maki. Padahal kan maksud saya baek yah..

Kasus lain adalah saya suka ga sengaja ngotot sama pilihan kata yang dipake.

A : Namanya sapa mbak?
B : LELY
A : Bisa dieja?
B : L...LAGU
A : Oke, LABU..
B : LAGU, mas !

Padahal gak ngaruh ya..

Kadang juga mas-mas ato mbak operatornya suka kreatip ubah pilihan kata kita.

A : Kodenya apa?
B : ELR23
A : Ejannya?
B : E..ELANG...
A : Maaf, ELANG atau SELANG mbak?
B : ...

Dengan keterbatasan otak yang ada, kadang saya juga suka bingung mau pakai kata apa. Misalnya untuk huruf 'Y' yang ada di nama saya. Biasanya saya pake 'Yoyo'. Tapi operatornya suka gak gaul deh..masa' gak tau mainan yoyo! Akhirnya saya downgrade dengan nyebutin 'Yeye'. (tau yeye gak?? mainan karet yang suka dipake lompat tali jumpalitan). Ternyata gak ngebantu juga, hehehe. Emang dasar budek aja operatornya...

Saya juga bingung untuk huruf 'W'. Untung jarang ketemu. Kalau terpaksa, mungkin bisa pakai kata 'Wewe gombel'.

Btw, barusan denger pengumuman kalo pesawatnya delay 40 menit. Oh, damn good!!! Mulai gak jelas deh saya. Mana mbak-mbak yang di depan saya ngupil melulu (pengen difoto tapi takut dilempar upil juga). Mending cari Rotiboy aja kali yaaaah..

See yu all..

Another ordinary sunday...

Hari ini saya belanja lots and lots of canned sardines!

Ini makanan pelarian kalau lagi males ngesot buat beli makan. Meskipun sama-sama instan, makan sarden kaleng lebih keren daripada mie instan. Coba bayangkan dua versi percakapan berikut:

Versi 1 : MIE INSTAN
A : Hei, lagi makan apa tuh?
B : Mie instan
A : Ooooooh... (*ga tertarik karena udah biasa buat anak kos*)

Versi 2 : SARDEN KALENG
A : Hei, lagi makan apa tuh?
B : Sarden
A : uwoooooow....enak dooonks. Gimana masaknya??

See? Makan sarden lebih kewl, kan?
Di Hypermart tadi saya juga nemu Ubi Cilembu di counter makanan siap saji. I love umbi-umbian! Beberapa minggu ini saya lagi suka nyoba ketela ungu, ubi jepang, apalagi ubi cilembu. Bangun pagi ngerebus ubi jepang 30 menit, habis itu dimakan anget-anget. Surprisingly, some of them are available on Hypermart! Jadi, next time kalo mo nonton bioskop, daripada ngemil pop corn, mending bawa ubi aja. Lebih sehat! (*asal gak kentut-kentut aja sesudahnya*).

Bingung pilih sarden merek apa, akhirnya semua dibeli.
Sebelah kiri : ubi madu A.K.A ubi cilembu.


4 bulan lagi!

Hari ini saya membawa kabar gembira setelah pulang dari dokter gigi. Ternyata gigi saya positif! (*hehehe, emangnya hamil..*). Nggak deng... Ternyata dokter bilang 4 bulan lagi kawat gigi saya udah bisa dilepas.

Sebelumnya saya memang belum pernah cerita riwayat saya pasang kawat gigi (*siapa juga yang mau tau, hohoho*). Gigi saya dikawat sejak Mei 2009 lantaran renggang, especially bagian depan. Keturunan dari nyokap keknya. Jadi, kalau nyengir kurang lebih (*tapi banyakan kurangnya*) mirip sama giginya Madonna. Hmmmm...jangan-jangan nyokap saya yang sebenernya emang Madonna?


Madonna bersama giginya


Nyokap saya juga pas kecil pernah dikawat untuk alasan yang sama. Tapi jaman dulu pakai kawat keknya menyiksa gitu deh. Karena nyokap ga tahan, akhirnya gak tuntas. Sekarang giliran saya untuk memperbaiki kegagalan leluhur. Hehehe.

Pas pertama kali lihat hasil rontgen gigi, dokter saya manggut-manggut.


'Lel, ini giginya gak tumbuh 5 biji, makanya jadi jarang-jarang. Gigi taringnya malah masih gigi susu. Kalau taring ini suatu hari copot, kayaknya nggak mungkin tumbuh gigi baru. Soalnya bibitnya aja pada nggak ada.'


Saya melongo aja waktu itu. Kok bisa-bisanya umur udah seperempat abad gini masih punya gigi susu?! Nggak pernah kepikiran juga kalo gigi saya kurang bahan sampe sekejam itu. Ya ampun... dulu pas kecil saya kurang asupan kalsium kali ya?


Akhirnya saya pasang kawat buat ngerapatin gigi yang seadanya itu. Dokternya mayan bagus sih, jadi saya gak perlu gigi palsu buat nambal ruang-ruang yang kosong. Padahal saya dah nabung juga buat beli gigi dari berlian, hohoho.


Dalam 4 bulan lagi saya akan bebas kawat. I will feel freeeee! Although I'm gonna miss those little brackets tickling in my mouth, hehehe...


Keracunan Farmville

Baru teracuni main Farmville juga nih ... hohoho, masih newbie. Terus pas kemarin lagi ngecek ladang, saya memergoki si Pupunk ternyata lagi ********* sama sapiii !!

Hasil jepretan paparazi : Pupunk (si anak punk penjaga ladang) bersama sapi


I (proudly?) present KitaMain.com

Huhuhuuu… terharu… akhirnya toko online saya selesai di-hosting juga. Dengan demikian, hari ini tanggal 4 Oktober 2009, pukul 19.32 WIB, toko mainan anak KitaMain.com resmi saya buka...

….

….

*celingak-celinguk nyari palu buat ngetok meja*

....

....

Uh, ternyata ga ada palu ... pake kepala aja deh...



DUUKK-DDUKKK-DUUKK...CROOOTTT!!


....

....

Yes, my friends..

Maka dalam kesempatan ini saya akan berkisah asal mula saya memutuskan membuat KitaMain.com. Buat yang belum buka situsnya, ayo donk dibuka ih ih ih... Jangan lupa untuk minimal isi shoutbox, biar saya nggak sedih toko nya sepi, hihihi. Kalau Anda mau memberikan effort maksimal, silahkan belanja di toko saya. Mau lebih maksimal lagi effort-nya?? Ayo beli toko nya sekalian, hehehe....


Cita-cita punya toko itu sebenarnya impian dari kecil. Yaaah ... kira-kira pas saya umur 3 bulan lah (bokis bangeeeeet!!). Saya pernah belanja pernak-pernik di sebuah toko kecil, tapi dagangannya komplit. Tokonya bersih dan lucu. Terus saya jadi jatuh cinta dan melamun ... ”Wah...kalau punya toko saya mau yang kayak gini nih... Tokonya bagus... tinggal ditambah hiasan patung lilin nya Johnny Depp di pojokan. Makin baguss!”


Hal itu berlanjut sampai saya sudah agak tua. Waktu liat toko bunga yang bagus, saya jadi melamun... waktu liat toko buku yang koleksinya komplit, saya jadi melamun... waktu liat toko kue yang harum, saya jadi melamun... melamun lapar maksudnya, hohoho... Pokoknya di pikiran saya jadi terngiang-ngiang kalau saya pingin punya toko! Punya toko! Punya toko!


Akhirnya beberapa minggu lalu semakin menggebu-gebu lah tekad saya untuk buka toko. Berubung saya nggak tau apa-apa soal memulai usaha, akhirnya tanya dulu sana-sini. Nyokap, pacar, internet, dan guling paling sering diinterogasi dan dijadiin ladang curhat. Dalam sebulan terakhir, rencana membuka toko pun dibuat dan dieksekusi.


Ingin tau lebih banyak tentang saya dan KitaMain.com?

Simak wawancara fiktif antara saya dan tembok berikut ini...!


Kenapa toko nya online, Mbak?

Soalnya saya suka yang berbau dunia maya, hehehe...


Kenapa kok milihnya toko mainan?

Soalnya saya ngiler pas liat sebuah situs yang jual wooden toys di Amrik sono. Mainannya lucu-lucu buangeeeeeed .... Akhirnya toko saya memang jualan mainan edukatif yang berbahan kayu.


Oh, jadi hanya yang berbahan kayu?

Untuk sementara iya. Tapi saya sendiri sejujurnya nggak tau apakah apresiasi masyarakat terhadap mainan kayu lebih baik dari mainan pabrik macam Barbie, Barbie, atau Barbie (*saya nggak tau merek lain, pas kecil cuma punya Barbie, hihihi*), tapi pas liat-liat wooden toys yang handmade, it looks so beautiful to me. Jadi, saya pikir kalau saya bisa jatuh hati sama wooden toys, pasti ada orang lain juga yang suka, walaupun mungkin sedikit.


Oohh gitu ya... Ngomong-ngomong ini mainan untuk anak usia berapa?

Untuk anak usia 1-6 tahunan.


Terus rencana bisnisnya ke depan gimana nih Mbak?

Untuk sementara jalan aja dulu sih... baru juga buka ih! Kalau ndak laku, mainannya disimpen buat anak sendiri. Kalau laku dan berhasil, ke depannya saya mau jadi produsen sendiri terus bikin boneka hidup kayak Pinokio.


Hooo...baiklah Mbak, sebagai penutup, ada pesan-pesan buat pembeli?

Iya, ada.

Saudara-saudara, cintailah wooden toys buatan Indonesia!

Kalau sudah cinta, belinya di toko saya ya, hihihi.... http://kitamain.com

Sekali lagi .. di http://kitamain.com

Sekali lagi aaaah... di http://kitamain.com


Oke deh, Mbak. Udah bisa dapet piring cantik tuh.

Saya lihat website nya lucu juga... sukses ya...

Ihihihiii...ma'acih (*malu sambil mukul-mukul tembok*)



Ayo ke KitaMain.com !


Nikmatilah Dago Bebas Mobil !

Tadi pagi saya dengerin radio Rase FM. Kata penyiarnya hari Sabtu ini (30 Mei 2009) bakal diadakan Car-Free Day sepanjang Dago.

Jalan Dago sepanjang 800 m (mulai dari Simpang dago sampe jalan perbatasan dengan Cikapayang) akan bebas kendaraan bermotor selama 4 jam (pukul 07.00-11.00)
.

Huohohoho, senang sekali akhirnya bisa ngeliat Bandung yang bebas mobil. Dulu saya pernah jalan-jalan ke Simpang Dago pas lagi heboh Konferensi Asia Afrika. Kaget banget ngeliat kawasan Simpang Dago begitu sepi, ga ada tukang jualan (lagi diusir sementara), bebas sampah, dan gak ada angkot ngetem. Barulah nampak oleh saya bahwa jalan Dago ternyata memang lebar. Kalau nyebrang dari ujung jalan satu ke yang lain, mungkin butuh 8-10 kali salto.


Oiya, bek tu topik…

Soal program Car-Free Day ini, kalau berhasil katanya mau diadakan di sabtu-sabtu berikutnya. Aaaww…what a lovely idea! Saya sudah membayangkan bisa jalan-jalan di pagi yang cerah, makan nasi kuning di pinggir jalan tanpa terganggu polusi, tertawa bersama teman-teman, bermain bersama kelinci dan kupu-kupu ...


So efribadi, enjoy Bandung!


Lebih lanjut, baca
Tribun Jabar.


Nenek-nenek Kontradiktif

Tiga hari kemarin saya nungguin bokap di rumah sakit. Ceritanya bokap lagi kena bloody fever (baca : demam berdarah). Pas lagi kongkow di ruang tunggu sama nyokap, tiba-tiba ada seorang nenek duduk di sebelah saya.

Saya emang lagi ngobrol sama nyokap, tapi dari sudut mata, saya bisa merasakan bahwa si nenek sedang memperhatikan tangan saya. Kalo di film-film, adegannya bisa ada efek percikan-percikan api keluar dari mata si nenek. Saya jadi ge-er deh. Soalnya tangan saya kan emang habis dilukis (lih.One Beautiful Art on My Hand). Pasti si nenek lagi terkagum-kagum... Ohohoho...


Terus, tiba-tiba si nenek nyolek-nyolek...


Nenek : (*colek-colek*)


Saya : (*uh, emangnya saya Nyam-nyam, pake dicolek-colek ...*) Ya?


Nenek : Maap neng, itu tangannya kena aer panas ya?


Saya : .....



Tertohok lah saya, wahai pemirsa ...

Namun, belum habis pembicaraan ini ...


Saya : Oh, bukan bu...ini di tat.....di lukis...
(*mau ngomong di-tato, tapi takut si nenek jadi mikir kalo saya cewek garang bertato*)


Ibu saya : Hahaha, iya nih bu... ini dilukis pakai pacar yang suka di kuku itu lhooo... Tapi sama anak saya malah dilukisin di tangan...


Saya : Bukaaaaaaaaaaann!!! (*menampik omongoan nyokap yang sotoy*)

Ini namanya dilukis pake pasta henna yang KHUSUS BUAT KULIT, bu. Kalau di Aceh, biasanya orang suka dilukis kalau menjelang nikah. Jadi, ini dah kaya kebudayaan. (*hehehe, jadi nyolong ceritanya Pak Taufik*)


Nenek : (*manggut-manggut*) Ooooh.... iya, pantes kok kembang-nya bagus banget....


Saya : .....



YAELAAAAAAAA..... KALO BAGUS KENAPA TADI DIKIRA ABIS KENA AIR PANAS?!?!


..........


Begitulah nasib lukisan henna di tangan saya. Sekarang si henna sudah hampir pudar, tapi masih tersisa semburat kemerahan dari sisa-sisa tinta kemarin. Beneran jadi kek tangan orang yang abis kena air panas.


One beautiful art on my hand

Hari ini temen kantor saya, jeng Widhia, ada yang bawa pasta henna. Langsunglah beliau saya todong untuk bikin satu lukisan henna di tangan. Pas lagi dilukis rasanya geli-geli gimanaaaa gituh, hehehe...


Untuk sekilas info, henna itu body art asal India, tapi di Indonesia sudah mulai populer juga. Biasanya dipakai sama calon pengantin wanita di hari terakhir menuju pelaminan. Henna sendiri asalnya dari tanaman, jadi aman di kulit, kecuali kalau pasta henna nya Anda campur lagi sama beling.


Pasta henna dikemas kayak odol dengan ujung tube yang meruncing. Cara pakainya dilukis di tangan, tunggu sampai kering, terus sisanya dihapus pakai tisu atau handuk. Lucu yak...


Pastanya masih basah (dan sudah ada yang meleber kemana-kemana T_T). Untuk sementara ini tangan saya jadi susah dipakai ngupil.


Ini gambar tanaman Henna, Lawsonia inermis

(sumber : Wikipedia)


Ini gambar Hyena. Iya, emang ga ada hubungannya

(sumber : Wikipedia)


How old are you now?

Waktu masi tinggal di Palembang dulu saya suka pelihara kucing. Secara hobi saya mungutin kucing liar, jadi jumlah peliharaan di rumah ada sekitar 3 ekor, plus 1 ekor kucing preman yang suka ga pulang. Di antara 4 ekor itu, ada 1 yang sering banget hamil di luar nikah (dasar kucing amoral!) dan kalo beranak bisa 4-5 ekor. Jadi ya silahkan itung-itung sendiri deh berapa persen kemungkinan saya kena toksoplasma. Hehehe...


Baidewei, waktu saya pindah ke Bekasi semua kucing terpaksa ditinggal. Kadang saya suka nanya ke nyokap, kira-kira si Nyemong masi hidup gak ya. Nyemong itu kucing yang paling memorable buat saya. Dia adalah abdi setia yang saya pelihara dari kecil dan masih ada pas saya pergi. Kalau diitung-itung, sekarang umurnya mungkin sekitar 17 tahun. Mungkin gak ya ada empus yang hidup selama itu?


Hari ini saya baca di Yahoo!News tentang anjing tertua di dunia yang masuk Guinness World Records. Namanya Chanel, dan sekarang umurnya 21 tahun. Beliau jadi anjing tertua setelah pemegang rekor sebelumnya (anjing 28 tahun) meninggal. Apakah ini pembunuhan terencana yang diatur oleh Chanel?


Tapi kalau dilihat dari gaya hidupnya, emang wajar kalau Chanel masih bisa napas sampe sekarang. Makanannya aja ayam rebus pake pasta gandum. Terus giginya dirawat terus dan dia rajin olahraga lari 3 miles tiap hari. Bisa jadi di sela-sela kesibukannya, dia juga ikut Tai Chi atau klub buku. Chanel, you're a superb!


(Sumber Foto : New York Post)

"Heiiii, efribadi ... akyu Chanel ... nama panjangkyu Chanel SCTV...ihihihii..guk-gukk..."


Kalau dibangingin sama Chanel, gaya hidupnya Nyemong so pasti beda (*wong majikannya aja kek saya...*). Si Nyemong makan cuma 2x sehari. Untuk kebutuhan ekstra – misalnya tikus, kadal, rokok – harus nyari sendiri. Ga pernah dimandiin, boro-boro dirawat giginya.


Di tahun terakhir saya sama Nyemong, dia habis kena virus mata. Awalnya saya obatin sendiri. Tapi pas nyokap tau, saya malah dihukum ga boleh pegang-pegang kucing lagi. Waktu itu dokter hewan di Palembang juga susah nyarinya. Akhirnya matanya si Nyemong makin parah, mengering, dan suatu hari lepas dari cangkangnya. Hehehe, serem ya.... Untungnya cuma satu biji.


Dear Nyemong, kalau kamu masih hidup, sampaikanlah kabar pada majikanmu ini. Tapi kalau kamu sudah tiada, tolong jangan menghantui...