Showing posts with label resensi kusut. Show all posts
Showing posts with label resensi kusut. Show all posts

larry king king king king

jadi inget lagu dugem yang liriknya mirip2 judul di atas ga sih ? 'larry king-king-king-king-king ... larry king-king ...'

Ga penting ah ..


Hari ini saya mau resensi satu buku bagus lagi. Judulnya Seni Berbicara Kepada Siapa Saja Kapan Saja di Mana Saja hasil tulisan Larry King.


Tadinya saya pen baca buku ini soale saya ngerasa kurang lancar berbicara. Rasanya saya suka gugup kalo mau ngomong di depan presiden. Saya pemalu sih ... Akhirnya saya beli buku ini.


Ternyata menarik, lho. Ini self-help pertama yang saya baca tapi isinya nggak menggurui. Saya pernah baca 7 Habbits yang isinya cuma nempel di kepala selama 3 hari. Saya pernah baca buku diet yang menurut saya isinya terlalu prosedural kek lagi ngajarin orang masak. Kebanyakan buku self-help itu cuma ngasih tip dan trik tapi nggak memberikan kesan mendalam ke kita supaya bisa inget lagi seminggu kemudian.

Nah, kalo buku si Larry ini penyajiannya lucu. Soale isinya nyeritain pengalaman dia berbicara ke macam-macam orang. Jadi kita berasa diajak belajar dari pengalaman dia. Yang ditulis ga cuma pengalaman yang bagus2. Si Larry juga nyeritain waktu dia blooper (bikin kesalahan yang memalukan), atau pas dia ngorok waktu ngebawain siaran radio.

Berhubung ni buku banyak cerita tentang pengalaman Larry sebagai pembicara, kita jadi aga2 tau juga tentang latar belakang kehidupan doski. Dan secara ni buku udah pake embel2 'Seni Berbicara Kepada Siapa Saja', mungkin isinya bisa juga dipraktekan buat berbicara dengan gajah, kukang, atau tokek.


Ini Larry King


Larry King pas mencoba mempraktekan seni berbicara kepada mongki

To Kill A Mockingbird

Hoplaa!

Saya baru aja selese baca satu buku bagus. Judulnya To Kill A Mockingbird. Nyari bukunya aja udah kemana2. Di palasari sempet abis, di Gramed udah ilang (padahal dulu gw sembunyiin di rak). Untung nemu di Togamas masih ada sebiji.

Setting ceritanya klasik banget. Ya jelas, soalnya latarnya emang tahun 1930 (bener ga sih?). Lewat buku ini, pengarangnya, Nelle Harper Lee, mencoba memberikan petuah2 bijak tentang hidup melalui cerita.

To kill a mockingbird .. tebelnya 566 halaman. Pas buat nimpuk mockingbird.

Sedikit resensinya ...
Jadi ceritanya digambarkan dari sudut pandang orang pertama, Jean Louise (Scout) Finch. Umurnya sekitar 8 tahun, cewek tomboi dari Maycomb Country. Tapi kalau menurut saya, tokoh utamanya sebenernya itu justru bokapnya si Scout, namanya Atticus (siapanya Radicus Makancacus ya?). Seorang pengacara yang konon bijaksana.

Si Atticus ini ditunjuk untuk jadi pengacara sebuah kasus terkait dengan pemfitnahan seorang negro. Di zaman itu, orang negro masih jadi budak dan derajatnya di mata kaum kulit putih masih dianggap hina.

Jadi, di buku ini diceritain gimana si Atticus tadi mencoba memperjuangkan keadilan. Padahal kalau melihat kondisi masyarakat saat itu, harapan si Atticus buat menang jadi nyaris nggak ada. Tapi si Atticus ini punya prinsip bahwa satu hal yang tidak tunduk pada mayoritas adalah nurani seseorang. Yah ... emang beda lah kalau orang bijak mah ... minumnya tolak angin ...


Saya bukan tukang resensi yang baik nih. Pokoke ceritanya panjang, dalem dan menyentuh deh. Terus novel soal kehidupan so pasti banyak quote2 petuahnya donk ya ... dan ada satu petikan yang saya suka banget.
Keberanian adalah saat kau tahu kau akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan kau merampungkannya, apa pun yang terjadi.

Kewl, huh?

Itu petuah yang harusnya jadi motto setiap pembela kebenaran dan keadilan seperti Ultraman dan Gatot Kaca. Wajar kalo novel ini dapet penghargaan Pulitzer di tahun 1961. Di tahun 1964, novel ini sempet jadi bahan publikasi besar-besaran juga. Dan waktu brosing2 barusan, saya baru tau kalo pelemnya bahkan pernah dibuat. Ternyata tampang si Atticus itu kek yang di gambar samping. Kirain saya, tampangnya culun2 ga puguh gitu. Imajinasi yang melenceng. Ternyata ganteng juga si om Atticus ini, hohoho.