My blog finally has a tagboard !

Horeee ... akhirnya saya memasang tagboard di blog.
Coba deh .. coba Anda tengok ke panel sebelah kanan !!

Yak ... yak ... tepat sekali ! Di situ Anda akan melihat tagboard yang terpampang dengan indahnya. Anda boleh isi apapun kok. Boleh pujian, ungkapan rasa kagum, ataupun puisi2 indah. Kalau mau kirim cacian, saran ataupun kritik juga boleh ... tapi tidak akan saya gubris. Ohohohoho ...

Tengs buat cbox atas tagboard gratisan nya.
Buat yang pen nyobain, coba klik di url http://cbox.ws/

Mongki Latihan Presentasi

Kamis, 21 September 2006 pukul 11.32 di Laboratorium SI …

Saya nguaaantuk banged ! Lagi nungguin orang buat meeting(1) jam 12.00. Karena bosan, saya lantas beringsut2 ke ruang diskusi yang pintunya tertutup.

Nampak ada Mongki Willy, Mongki Ratih dan Mongki Tedonk lagi latihan presentasi buat seminar KP(2).

Masuklah saya ke situ disertai suara teriakan yang menyayat dari seekor Mongki Ratih (“ADA PENGGANGGUUUU !!!!” ) dan tendangan ala beruang madu dari seekor Mongki Tedonk yg merasa jengah acara pidato kenegaraan-nya saya interupsi. Ohohoho …

Kemudian untuk menganggu kelancaran acara latihan yg memang sudah tak beres sejak awal, maka kami melakukan acara foto-foto ...

Inilah hasilnya !
Langsung dari Tempat Kejadian Perkara, sodara-sodara … !

------------------------------------------------------

Mongki Ratih.
Sering mengaku sebagai kembaran (pembantunya) Paris Hilton.

Wajahnya yang fotogenik negatif ini sangat pas dgn konktur bulu-bulu mongki yang ada.



Mongki Me.
Sori yee, bukannya sok senyam-seyum sendiri.
Ini si Ratih jepret kamera-nya lama buanget. Jadinya keburu pengen ketawa.




Mongki Willy.
Mongki berpendidikan yang mencoba tampil intelek dengan kacamata 3D-nya.
Cita-citanya adalah membuat Sistem Informasi Forecasting untuk Togel Nasional. [Dijadiin topik TA(3) lumayan tuh, wil …. lumayan tolol maxudnyah …]


Mongki Tedonk.
Tipikal mongki-perut-buncah yang spesiesnya diperkirakan telah punah
bersamaan dgn para Mammoth.



Aih … aih … mongki-mongki dari Alas Kedaton aja kalah eksis deh dari kita-kita.
Yawda, sukses ya seminar KP-nya, teman-temanku … !!

---------------------------------------------------------

Daftar Kata-Kata Sulit :
(1)
Sok pake istilah ‘meeting’ biar keren …
(2)
KP itu singkatan Kerja Praktek. Namun, beberapa orang lebih suka mengartikannya sebagai Kerja Paksa atau Kerja Praktek (hehe … diulang lagi …)
(3)
Deuh, masa TA aja ga tau! TA tuh Tugas Akhir yang siap dikerjain mahasiswa ketika sdh tak sanggup lagi menahan derita menjadi anak kuliahan.

Obat Jerawat Berkekuatan Super

Ini adalah kisah di masa lalu … ketika semut masih jadi binatang pacuan ...

Suatu hari saya merasa gundah …

Kenapa handuk biru saya warnanya jadi belang-belonteng. Dari segi estetika menarik sih soalnya jadi bermotif abstrak-polkadotis. Awalnya saya pikir handuknya kelunturan sesuatu. Tapi insting bawah sadar saya ngerasa ga enak :

“HAH, APA JANGAN2 GW PUNYA PENYAKIT KULIT ?!?!“ (1)

Ringkas cerita, saya lantas mengadakan pengamatan perilaku dgn objeknya saya sendiri. Saya telusuri semua rutinitas saya yang terkait dengan si handuk, mulai dari mandi, cuci muka, ngelap jendela, ngosek kakus …

Dari hasil analisis ternyata saya memperoleh hipotesa bahwa obat jerawat saya lah yang menjadi tersangka utama !!

Kadang2 kalo saya mencrotin obat jerawat kebanyakan (dari tube-nya) suka saya lap ke handuk (kalo dilap ke lantai kan cape musti jongkok2). Gataunya si obat punya kemampuan sakti untuk mem-bleaching apapun yang ia sentuh ! Tapi efeknya tak langsung terlihat … oh, so powerful …

Pas saya cek dan ricek (karena saya punya moto hidup : “Jangan percaya gosip sebelum nonton Cek dan Ricek”) ternyata emang ada tuh pernyataannya. Ditulis dengan font Wingdings 14 pt. (gimana bacanya ya ?)

THIS PRODUCT MAY BLEACH HAIR OR DYED FABRIC
FOR EXTERNAL USE ONLY

OOHH … MY LORD (of the Rings) …!! Mengapa baru kusadari betapa berbahaya-nya … ?!
Padahal saya sudah habis hampir 2 tube !!

Sejak saat itu, saya berhenti pake si obat. (2)

NOTE :
Kalo ada yang tertarik melakukan percobaan mem-bleaching gigi, silahkan hubungi saya via merpati pos. Masih ada sisa setengah tube …

Keterangan Penting :
(1) Sebenernya mah ga sepanik itu. Sengaja diberi efek dramatis agar lebih seru ajah.

(2) Kabar terbaru, saya akhirnya pasrah membeli obat jerawat baru yg lebih mahal tapi aman, tanpa diklorvos dan tidak menyebabkan batuk2 : The B*dy Sh*p - Tea Tree Oil.

Kritik Seumur Hidup

Semua orang tau … Julia gadis Sunsilk …

Semua orang juga harusnya tau bahwa kritik yang membangun itu seharusnya disyukuri. Saya sendiri baru2 ini dikritik oleh 2 orang teman, sebut saja : Kingkong Gunung dan Kanibal Hitam.

-------------------------------------------------------
Intermezzo :
Saya kurang suka kalo eksistensi saya sebagai tokoh utama blog ini
dinodai oleh banyaknya figuran. Jadi, kedua teman saya ini sengaja
disamarkan jati dirinya …
-------------------------------------------------------

Konten kritiknya sendiri bukan hal baru : masalah attitude, latitude dan magnitude.

Nggaklah … yang bener mah cuma ‘attitude’-nya doank …

Tanpa tedeng aling2, Kingkong Gunung dan Kanibal Hitam mengatakan bahwa saya ini tipe wanita yang menjijikan ! monster ! sadis ! psikopat ! makhluk luar angkasa ! (ini serius lho …)

Tuduhan atas dasar apa tuh !?! atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa ?!?


Saya sih sabar ajah …

Sebenernya mah mereka hanya mencoba memberi saran bahwa saya HARUS LEBIH BANYAK SENYUM dan wanitawi. Tapi berhubung mereka berdua rada2 autis dan anti-sosial, jadi cara penyampaian maxudnya emg suka sulit diterima org normal. (Itu aja mereka ngomongnya sambil jeduk2in jidat ke lantai …)

Sebenarnya mereka berdua itu bukan orang2 pertama yg memberi kritik serupa. Mulai dari temen smp, guru skolah, tante tetangga, sahabat kampus (hayaaah…bahasanya…) ampe temen nyokap semua pernah bilang gitu …

Yang menyebalkan adl suatu hari di musim duren ketika saya akhirnya memutuskan untuk memperbanyak senyum yg muncul adalah komentar sbb :

“Lel, hari ini tampang lu kok mesum banget ?”


MAK JLEEEEB !!!

Tuh … jadi orang baek emang ga gampang. Makanya Bang Napi selalu memperingatkan kita : ”Horeee…Horeee…Waspadalah !”

[Mellow Mode] Kepergian …. hape-ku …

Akhirnya tamat juga riwayat hape saya yang Nokia 5210 itu. Setelah hampir 5 tahun malang melintang di kancah telekomunikasi Indonesia, tgl 31 Agustus 2006 kemaren si hape nge-hang. Mati enggan … hidup pun tak mau …

Padahal saya sayang banget sama tuh hape. Kayak sudah ada ikatan batin gitu. Sempet ngilang 2 kali, eh kok bisa2nya balik lagi ! Meskipun ketika kembali tubuhnya kuyu dan lidahnya menjulur2 …

(eh ini ngomongin hape atau apa sih ?)

Yah … pokoknya finally saya terpaksa pake lagi hape nyokap yang lama. Ga enakeun … Sering nge-hang juga. Terus keypad-nya alot banget. Haruskah ia ku presto ?

Pengin punya hape baru tapi tiap kali ditawarin bokap, saya suka sok gengsi. Soalnya bokap kurang percaya sama yang namanya dualisme.

Lho hubungannya apa ?


Begini …


Kalo punya hape baru saya pengennya yang pake kamera.

Sedan
gkan …
kalo beliin hape baru bokap pengennya ga usah yang pake kamera.
(‘Kalau perlu hape ya hape aja … kalau perlu kamera ya pake kamera aja … !’)

Nah, ketimbang maksa beli yang saya ga sreg mending nunggu aja kan ? (ini pertanyaan retorik, Anda tak perlu memikirkan jawabannya sampe memonyongkan bibir gitu…)

Walhasil 'kan terus kutunggu … kutunggu dan tak kunjung tiba …

Tiba-tiba Nonton Bola

Sueeerr ini mah … saya sebenarnya nggak hobi nonton bola ! Nonton piala dunia aja kemaren cuma pas bagian final Prancis persus Itali. Nontonnya sudah tentu bareng teman sepercekikikan, si Ratih.

(Kami berdua bahagia menjadi salah satu saksi sejarah serudukan kepala Zizou yg fenomenal itu)

Kembali ke cerita utama …
Kemaren saya lagi ngerjain tugas APBO(1) sambil limbung. Mau dengerin radio kok males. Dengerin koleksi mp3 bosen. Mau nyanyi sendiri takut tiba2 ada yang ngajak duet. Akhirnya biar ga sepi2 amat saya nyetel tipi. AnTV adalah channel terpilih saat itu …

Ternyata acaranya adalah tanding bola. Indonesia lawan Myanmar. Yawdalah, toh suara komentatornya lumayan merdu (meskpiun kurang berirama dan tak pakai cengkok dangdut).

Lantas saya kembali ke Nyemot(2) dan berusaha mengetik (dengan jempol kaki).

10 menit … 20 menit … 30 menit …
aduh, kok lama2 suara om-om komentator itu mengganggu yah. Apalagi saya lantas mendengar sang komentator mulai melontarkan kata-kata yang seharusnya tak ada di dunia persepakbolaan yang beradab, seperti :

“Yak…sekarang kita saksikan pemain Myanmar melakukan sepak pocong …”

atau

“Wah, untung sekali muka tim Indonesia sempat diselamatkan oleh satu gol dari jeng Ari …”

Yah … tapi secara overall acaranya menarik sih. Banyak berondong muda dan suasananya bersahabat. Jadi, kalo ada yang ga sengaja nendang kaki lawan (deuh, istilahnya gatau nih … jegaling kali yah ?) yang ditendang cuma guling2 bentar terus tersenyum manja kembali. Jaim beneeerrr…emangnya ini ajang Abang-None Jakarta apa ?!

Di akhir kisah, Indonesia ternyata kalah 2-1 dan tugas APBO saya tidak selesai malam itu.

-----------------------------------------------------

Daftar Kata-Kata Sulit :
(1)
APBO = salah satu mata kuliah pilihan yang saya pilih karena tak ada pilihan lain.
(2) Nyemot = nama laptop saya. Sudah saya anggap seperti paman sendiri.

Di Pojok Sono Ada Penunggunya …

Saya nggak suka horor.

Penakut ?

Uh terserah mau dibilang pengecut, chicken, atau ayam kuluyuk juga… Pokoknya saya ga suka mendengar cerita-cerita seram, nonton pelem kuntilanak, palagi ngelamunin Sadako lagi ngesot-ngesot keluar dari bak mandi…

Tapi toh kadang-kadang kalau ada yang mulai cerita hantu pasti penasaran juga sama ending-nya ! Apalagi kalau ceritanya sambil ngemil jeruk…

Suatu malam, di kamar saya, terjadi percakapan antara saya dan Ratih(1) yang kira-kira bunyinya seperti ini :

“kwoooooooook……ahooo…..ahoooo….!!”


-- CUUUT !! --


(maaph, salah subtitle … Yuk mulai lagi …)


Ratih : “Lel, mau minjem Shutter(2) ga ?”
Saya : “Ogah. Dah tau gw ga suka yang begituan !”
Ratih : “Eh, Kemaren nyokap gw bilang di ruang ngobrol bawah itu ada penunggunya” (3)
Saya : “Siyyyaaaaallll ….. jangan diterusin lu !!!”
Ratih : (diam …)
Saya : (diam …)
Ratih : (diam …)
Saya : “Eh, terus gimana ?”

Ratih : “Ya itu ! Waktu gw ma nyokap lewat ruang bawah itu gw nanya ke nyokap.
Terus kata nyokap iya di sono ada banyak. Serem-serem ….”

Saya : “Ruang nonton tipi itu ?!”
(Jadi bergidik soalnya kadang suka bergosip di situ. Kan malu kalo ada pihak ketiga yang mendengar pergunjingan kita …)

Ratih : “Bukan. Ruang kantor deket teras yang ga pernah dipake itu lho”
“Kalo gw ngobrol ma si d~k~, dia juga suka ngeliatin ke situ” (4)


Ur
ghh…sial…Padahal saya pikir kosan ini bersih … bebas kolusi, korupsi dan nepotisme !

Sejak saat itu, tiap kali lewat teras saya jadi suka curi-curi pandang penuh cuiga ke tukang parkir-nya bimbel SSC. Padahal mah ga ada hubungannya yah …

Maksudnya mau-gamau jadi sering curi lihat ke arah kantor yang gelap itu.

Makanya, tante … punya rumah gede itu ya mbok diurus …
Kalau demit aja sampai demen kan jadinya ga enak …

------------------------------------------------------------------

Daftar Kata-Kata Sulit :
(1) Ratih = tokoh piguran. Penghuni kamar sebelah.
(2) Shutter = judul pelem hantu.

Keterangan Tambahan :
(3) Nyokapnya Ratih ini bisa ngeliat yang gaib2
(4) Tokoh piguran juga. Temennya Ratih.

KP sudah usai. BANZAI ! (Part Two)

Menyambung blog dengan judul yang sama sebelumnya, saya ucapkan terimakasih dan salam metal buat semua yang sudah memberikan pencerahan kepada saya atas pertanyaan yang saya ajukan pada blog dengan judul yang sama sebelumnya di mana pada blog dengan judul yang sama sebelumnya tersebut saya mengajukan pertanya …. UDA AH KEPANJANGAN … !

(Supaya nyambung dengan ceracau-an saya di atas,
silahkan baca blog dengan judul yang sama sebelumnya …)

Intinya mah, bapak pembimbing KP kita yang ramah, baik hati dan suka mengganggu itu diberi kenang-kenangan berupa sepasang mug keramik. Lengkap dengan sendok-nya yang imut. Dan pada desain gambarnya terpampang tulisan “Bad Boys”.

Wakakakakak …. keren lah pokoknya !

Pusing mencari kartu ucapan terimakasih, kita akhirnya mencomot kartu 2500 perak yang tulisannya : Thank You. Your Smailing Makes Me Happy.

--------------------------------------------------------
Backsound percakapan :

A : Apaan nih ? Masa' tulisannya smailing !
B : Yawdalah ... ga ada yang laen ...
A : Hmmm ....
--------------------------------------------------------

Dan waktu dikasihin ke bapaknya, beliau menanggapi :
“Aduuh ..… kalian ga usah repot-repot kalau hadiahnya cuma kecil begini mah …”

KP sudah usai. BANZAI !

Setelah 2 purnama akhinya jadwal KP (alias Kerja Praktek) kita* di Telkom selesai. Kita akhirnya presentasi tanggal 16 Agustus 2006 jam 10 sebelum pembimbing kita kabur ke GOR Saparua buat latihan tanding voli 17-an (Ampun deh! Penting banget ya pak ?!)

Presentasinya mah tidak perlu dibahas. Yang penting jamuannya enak !
Teh botol S*s*o sama kue-kue-yang-entah-apa-namanya-itu ... sluurrpp ! =P~

Habis presentasi, kita nongkrong bentar di depan masjidnya. Sambil foto-foto, cekikikan, dan ber-uhuy-uhuy. Terus jadi terpikir buat ngasih kenang-kenangan ke pembimbing KP kita. Soale orangnya asik banget. Apalagi doski ganteng kayak Tora Sudiro !


(hihihi...becanda deng. Cuma mau bikin sirik doank...)

Nih ... beberapa alternatif cindera mata :
- Pena bergrafir nama kita-kita
- Mug dengan foto wajah kita-kita
- Frame dengan foto dan tanda tangan kita-kita

- Kaos dengan foto dan nomor telepon kita-kita

Ahahaha ! Mau ngasih suvenir kok pake narsis.
Sekalian aja ngasih buku biografi kita-kita !

Aduh, serius nih !
Bingung mau kasih apa. Tolong dibantu temanmu ini.

Tiada kesan tanpa sumbang saran Anda ...

Usai presentasi KP (Sori, pik, tampang lu jadi ga ada ...)

---------------------------------------------------------------------------------
* Kita refers to saya sendiri, teman saya yang satu, dan teman saya yang satunya lagi.


Karena Wanita Ingin Dimengerti - by Ada Band

"Karena Wanita Ingin Dimengerti ... "

Terharu sih kalo denger lagu ini.
Tapi mengingatkan saya sama tagline produk pembalut ...

17 Agustus - Ngapain Aja ?


17 Agustusan kemaren pada ngapain aja yah ?

Kalau masih zaman SD dulu (waktu saya masih di Palembang), saya bareng temen-temen pasti langsung ngacir ke lapangan bola. Ikutan macem-macem ... Mulai dari lomba bawa kelereng, tarik tambang, balap kerupuk, makan karung. Pokoke seru lah !

Kalau taun ini buat saya perayaannya ga seru. Gara-gara liburnya mayan panjang, jadinya di-ultimatum ortu buat pulang. Di rumah cuma luntang-luntung doank. Akhirnya malah ngerjain dokumen KP (ciailaaah...maniak amat !)

Lagi khuyuk di kamar, tiba-tiba bokap nyetel keroncong dengan suara bombastik. Dung-tak-dung-tak-dung-tak-dung .... (emang keroncong iramanya gitu ?)

Lagunya Ismail Marzuki ... dibawakan oleh Hetty Koes Endang ... berjudul 'Jangan Ditanya' :

"Jangan ditanya ... ke mana aku pergi ... Jangan ditanyyyaaaaahhhh .... ke mana ku kaaaann pergiiiiiiiihhhhh...."

Duh, tante ... emang sapa juga yang nanya !!

Yah gitu deh, 17 Agustus-an, bengong di rumah sambil dengerin keroncong perjuangan. Terasa juga nasionalismenya ...

Apa kabar, Sherina ?

Lagi asik dengerin lagu Hips Don't Lie-nya Shakira, tiba-tiba saya jadi inget sama Sherina... (hubungannya apa coba?!) . Apa kabarnya bocah itu yak ?

Karena kangen sama lagu-lagunya, saya langsung sedot semua mp3-nya pakai mp3Sucker (terimakasih, mp3Sucker!). Terus saya jadi buka-buka websitenya juga (http://www.sherinaonline.com/). Eh, ternyata dia udah 14 taun ! Padahal waktu dulu denger albumnya, dia masih imut banged (kalo ga salah waktu itu saya juga masih smp).

Sekarang doski udah makin jago main jazz piano, balet, ikutan main di teater juga. Uh, pokoknya sejuta talenta gitu deh, jeng... (mode gosip gini ceritanya).

Keren banget yah si Sherina ini. Masih kecil tapi sudah bisa membentuk jati diri sendiri. Cara pandangnya juga dewasa. Terlihat dari ukuran sepatunya yang tampak di gambar samping. (Hayooo, coba temukan korelasinya. Ihihihi....)

Salut deh pokoknya !
Saya yang udah gede gini aja masih haha-hehe kalo ditanyain soal ambisi masa depan. Uhm...kira-kira masih sempet gak yah kalo saya jadi penyanyi anak-anak kayak Sherina? ;))

Teh Merah

Kemarin saya baru beli sebotol rempah-rempah yang diaku penjualnya sebagai teh merah. Lucu yah! Ada teh warna merah darah. Jualannya aja di salon (Lantas bagaimana saya bisa berada di salon tersebut? Oh, itu cerita lain...)

Saya cukup menikmati minum teh. Biasanya kalau malam saya suka minum teh cokelat biasa atau teh hijau. Dan karena harga gula semakin mahal, saya mulai berlatih minum teh tanpa gula. Mungkin nanti kalau harga air makin mahal, saya akan berlatih minum teh tanpa air...

Tapi untuk teh merah ini, saya sarankan untuk diminum dengan sedikit gula. Soalnya lumayan asem. Tapi enyak...enyak...enyak...!

Oh ya, produk yang saya beli bertitel Jasminume Red Tea. Saya nggak ngerti juga deh kenapa ada unsur-unsur nama ’Jasmin’ nya. Padahal hidung saya sama sekali nggak mencium wewangian melati. Mungkin lain kali sebaiknya diganti jadi Asemnume Red Tea ya, pak produsen?

Ini nih...penampakan dari Jasminume Red Tea...

The Customer Is Always Right, Even When He’s Wrong

Customers who contract you for an application often do not have enough expertise to design such an application by themselves, which is why they hire you.When discussing requirements with customers, guide them when they’re suggesting bad solutions. For example, if the customer says,“I want a chat that displays full-screen images of every chatter, refreshed at least every second,” you might make this counter-suggestion:“Wouldn’t it be better to try to stick to thumbnail views next to each line? Most of your chatters won’t have enough bandwidth to display full-screen pictures at all.”

But be careful; never insist on your point of view (except when customers want you to implement unrealistic features). After all, customers pay you to implement their vision.To avoid losing a contract, you may have to accept temporarily implementing a bad solution (when you see that you can’t talk the customer into doing it the right way), and then later on change it when the customer sees that it won’t work out using their strategy.

Taken from :
Web Application Development with PHP4 by Tobias Ratschiller and Till Gerken
(Copyright © 2000 by New Riders Publishing)

----------------------------------------------------------------------

Masuk akal juga yang diomongin sama si Tobias dan konconya itu. Terutama pada bagian-bagian yang saya bold. Tapi menyebalkan sekali yah kalau kita harus mengimplementasikan solusi yang salah hanya untuk mengajarkan kepada costumer bahwa pilihan mereka itu buruk.

Yaaah...namanya juga usaha buat nyari duit...

Bai de wei…rajin amat gw baca buku ginian yah?!
Hohoho…kalo bukan gara-gara KP doank mah…

Nganggur...nganggur...bengong...

Ga menarik nih. Rutinitas gw selama liburan :

1. Pagi-pagi KP di kampus (ga punya kantor...hiks T_T). Ngerjain bareng temen-temen, terus berantem-berantem dikit. Kalo udah capek berdebat, terus laper, cari makan padang ...

2. Sore-sore nonton Nickelodeon. Dubbing-nya lebih jelek daripada waktu masih di Lativi. Tapi lumayan deh, masih untung ga di-dubbing ke basa Sunda.

3. Sore-sore lari sore (terlalu banyak pengulangan kata 'sore' ya). Gw terhina karena kemampuan lari gw dianggap sama dengan ibu-ibu yang sudah menopouse. Jadi, target liburan ini 10 putaran! (liat ajah nanti...paling targetnya meleset).

4. Keliling-keliling ke Vertex. Cari DVD bajakan. Kalo lagi bokek, tinggal melakukan inspeksi ke kamar kos sebelah : "Ratiiiiiihhh....mau pinjem dipidi lu donkkkk"

5. Keliling-keliling ke Zoe Corner. Pinjem buku, tapi abis itu nggak dibaca.

6. Malem-malem ngerumpi di kosan. Sambil nonton Hidayah atau AFI ("Hiiii....itu suararanya jelek bangeeeetttt....gw malu nontonnyaaaa !!!"). Kalo jiwa naturalis kami sedang bangkit, nontonnya sambil nyemil selada, tomat atau wortel ("murahh....muraaahh...!!").

Uhhh....tiap hari begitu-begitu aja. Padahal liburan tinggal sebulan lagi. Pingin ada sesuatu yang menggebrak gitu lho! Misalnya jadi sukarelawan di Jogja, ikutan Indonesian Idol, memecahkan rekor panjat tebing, atau apapun deh...

Ooohhh....masa muda ku yang hampa ...

Akhir Riwayat Seekor Kumbang Hijau

Pas di depan pintu depan kamar kos saya ada lampu. Biasanya suka banyak dedemit, cicak (urgh...), laron, dan kumbang berpesta pora di sekitar situ. Dan biasanya makhluk2 tersebut lantas bertandang ke kamar saya lewat celah2 jendela. Padahal nggak pernah diundang tuh. Mereka cuma inisiatif aja kayaknya ...

Sekali ini yang masuk ternyata kumbang yang sepanjang jari telunjuk. Saya yang lagi asik2nya tidur jadi jumpalitan sendiri. Soalnya tu kumbang luar biasa brutal. Mungkin karena ukurannya gede, suara dengungnya juga gede. Terus dia dengan anonohnya menabrak-nabrakkan diri di plafon - lari ke jendela - nabrak plafon lagi - lari ke jendela -belok ke pantai lalu lari ke hutan ...


Sebenernya saya tidak menyukai vandalisme. Tapi di tengah kedamaian tidur saya, kumbang ini jelas merupakan pengacau (apalagi saya sudah 3 hari susah tidur karena sakit perut) !

Sapu lidi di tangan kanan, semprotan serangga di tangan kiri....
Saya lalu mengadakan konfrontasi terbuka dengan si kumbang hijau

Oh, terimakasih kepada kekuatan Vape-Anti Nyamuk Spray produksi dari Fumakilla yang mampu meluluhlantakkan si kumbang hijau dalam 8 kali semprot. Di akhir hayatnya pun si kumbang masih mengeluarkan jeritan-jeritan miris yang menakutkan (serius nih....suaranya aneh banget). Mungkin kalau diterjemahkan dalam bahasa manusia kira-kira artinya :

“Urggh...awas kau!
A...ku akan ...kemba..li...untuk....mengua...sai......du...niaa....!!”

Setelah itu saya jadi nggak bisa tidur lagi.
Hoooh.....malam yang panjang...

Play Like a Man, Win Like a Woman

Saya jarang baca buku self-help. Soalnya sering ga ngaruh buat saya. (Biasanya buat keren-kerenan doank. Kesannya kayak yang saya ini suka memperbaiki hidup aja. Hohoho…) Tapi buku yang satu ini saya suka banget.

Eh, but this book is for women only. So…boys, my today’s blog is absolutely not for you !

Pokoke si Gail Evans yang ngarang buku ini bercerita panjang lebar kenapa wanita pada umumnya tidak bisa meraih sukses seperti layaknya pria. Padahal wanita juga dianugerahi kemampuan yang nggak kalah hebat dari pria..

Misalnya, terbukti bahwa wanita umumnya lebih unggul dalam hal-hal yang terkait dengan hubungan antarmanusia ketimbang pria. Itu terlahir secara natural dari intuisi feminis seorang wanita dan itu merupakan poin lebih yang umumnya tidak dimiliki seorang pria. Tapi di sisi lain hal tersebut ternyata justru jadi bumerang buat wanita karena wanita jadi sulit memisahkan antara perasaan pribadi dengan urusan bisnisnya.

Baca…baca…baca…!

Kalian para wanita perlu referensi diri dari buku ini. Gail Evans memberi tahu kita gimana tip dan trik nya supaya kita bisa bekerja dengan aturan pria, namun tetap dalam kapasitas seorang wanita (dan mungkin malah memanfaatkan kapasitas tersebut !).

Oh, dan si Gail Evans ini sendiri orang hebat lho. Karena dia seorang ibu rumah tangga tapi juga sukses menjadi seorang executive vice president di CNN. Jadi, dia nulis buku ini ga cuma asal ngebacot doank. (eh, emangnya ngebacot itu bahasa yang kasar ya?)

Kemarin saya pinjem buku ini di Zoe Corner dan sudah saya kembaliin. Buat yang berminat silahkan japri ke saya, ntar saya beritahu di sesi mana buku itu saya sembunyikan (Hihihihi. Becanda deng ... wish i could do that !)

Mellow...

Uh lagi mellow niy...
Padahal kata temen saya insinyur nggak boleh mellow...

Tapi kan gw belum jadi insinyur ?!

Jadi, boleh lah ya.

Mumpung mellow enaknya ngapain ya ?
Hmm....gatau deh.
Emang kalo orang mellow ngapain sih ?


Bukannya bengong aja ?
Ih bingung !

Pulang ah!
(mendingan mellow sambil makan mie rebus di rumah)

Nostalgia Bacaan Masa Kecil

Pasti nggak ada yang nyadar deh kalau tanggal 16 Mei kemarin ternyata Hari Buku Nasional (kata temen saya bukan Hari Buku, tapi Hari Perpusatakaan) ! Soalnya saya sendiri juga baru tau tuh. Pas denger radio, penyiarnya berkoar-koar (emang ayam ?) soal Hari Buku Nasional yang pemberitaannya memang kurang santer.

Jadi inget sama buku-buku bacaan masa kecil dulu deh. Kompensasi dari memiliki dua kakak yang hobi baca, saya juga jadi ikut ketiban rejeki.
Kakak-kakak saya suka langganan majalah Bobo dan Donal Bebek. Mulai dari waktu harganya 250 rupiah ! Kebetulan mereka juga rajin pinjem buku sama temen-temennya terus sering pura-pura lupa ngembaliin. Jadi koleksi buku kita banyak deh...


Komik kesayangan kita-kita waktu itu adalah Pak Janggut, komik bersambung dari
majalah Bobo. Jadinya, musti rajin dikumpulin terus dibundel. Ada juga komik Nina yang kalo sekarang diperhatiin sebenernya gambarnya aneh.

Dulu saya juga sempet nemu komik Bharatayudha sama Mahabrata di lemari. Di cover depannya ada uang cepek yang ditempel pake isolasi. Kata kakak saya, “Itu uang untuk bayar sewa. Bukunya punya temen...”. Tapi karena bukunya kucel banget dan bau pula, saya jadi males bacanya. (Pada akhirnya buku itu pun tak pernah dikembalikan ke si empunya).

Oh ya, dulu saya juga suka banget sama buku-buku dongeng karyanya Grimm bersaudara atau Hans Christian. Terus bukunya raib entah kemana. Setahun yang lalu saya punya cita-cita untuk membeli buku yang sama di Gramedia (ceritanya pingin koleksi lagi). Gak taunya harganya sudah 45 ribu. Buset dah ! Akhirnya saya curi aja bukunya …


(Nggak deng…becanda :P)

Sekarang majalah anak-anak harganya sudah selangit. Bobo makin tipis, iklannya makin banyak, harganya naik terus. Saya aja sekarang udah nggak pernah beli lagi tuh (ya iyalah…udah bukan anak-anak lagi !). Untungnya sekarang taman bacaan udah menjamur ya. Jadi, sebetulnya yang namanya hiburan murah itu masih bisa dinikmati, asal pintar cari tempatnya aja.

Hmmm...yang namanya nostalgia masa kecil pasti menyenangkan. Kalau Anda masih ingat buku bacaan kesayangan Anda dulu, baik buku komik, buku masak, atau buku kalkulus (ga mungkin ya ?), silahkan cerita di sini yah ...

Frustrating









----------------------------------------
* bai de wei, kenapa frustrating diterjemahin jadi frustasi ... bukan frustrasi ...