"eh gajadi, salah telpon ..."Terus telponnya dimatiin ... KLIK!
Kepriben toh ...
Ga lama kemudian, ada sms dari si beruk yang isinya:
Engga, ada org mirip lu, tp lg pacaran.
Mo gw laporin d h2c tdny...
"eh gajadi, salah telpon ..."Terus telponnya dimatiin ... KLIK!
Engga, ada org mirip lu, tp lg pacaran.
Mo gw laporin d h2c tdny...
----------------------------------------
Cara memasaknya:
2. Terong dimutilasi sesuai selera.
3. Hasil mutilasi ini direbus dalam larutan bumbu. Tunggu sampai bumbu meresap dan terong menjerit-jerit kepanasan.
4. Bakar terong dengan api sedang. Sambil membakar, lakukan cha-cha dance untuk menambah semangat si terong.
----------------------------------------
Hasilnya adalah ... TADAAAA! Sebuah cita rasa nusantara dari pedalaman hutan angker di Kalimantan.
Minggu, 7 Oktober 2007,
pukul 22.30 sambil nonton Deal Or No Deal
Kayaknya ga ada deh.
Yang agak mendingan dari kuis ini cuma mbak-mbak yang bawa koper. Cantik-cantik dan murah senyum (Ini cuma pandangan objektif, saya bukan lesbi). Jumlahnya ada 25 ekor sesuai banyaknya koper yang dibawa. Saya menyebut profesi mereka sebagai BABU WARAS alias ’pemBAwa koper Bertuliskan jumlah UWAng yang diRAhaSiakan’.
Kalo saya perhatiin dari episode yang satu dan lain (ga doyan tapi kok sering nonton ya?), BABU WARAS-nya sepertinya ndak sama ya. Sering ada yang diganti2 gitu. Lantas bagaimana Tantowi Yahya menghapalkan namanya? Secara para BABU WARAS itu didandanin mirip2 satu sama lain ... diliat dari jauh pake sedotan yang dicolokin langsung ke mata Tantowi ... pasti sulit sekali bukan?
Saya lantas berspekulasi dan berpikir (hihihi, kaya begini aja kok dipikirin). Menurut saya sih, Tantowi ga hapal namanya. Dia cuma punya stok daftar nama yang tipikal dipunyai cewek, misalnya: Rini, Ani, Sarah, Dina, Dini (eh sori ya buat temen gw yang namanya Dini ... your name is so typical sih ... nyehehe). Paling banter kalo Tantowi kehabisan stok nama, dia bisa berimprovisasi dikit jadi: Juminten, Suparni, Bi Inah, Pak Sapto.
---------------------------------------------
Kesimpulannya adalah .. menghapalkan nama itu susah, Tantowi sesungguhnya tidak hapal nama semua BABU WARAS, dan Soleha lebih cocok jadian sama Ervan ketimbang Rendra.
Penelitian ini masih berlanjut. Metodologi yang akan dilakukan dalam penelitian selanjutnya adalah memperhatikan apakah mbak yang namanya ’Ririn’ di episode ini mukanya sama dengan ’Ririn’ di episode mendatang.
Sapuan warna cokelat pada alis mata dengan bentuk kuriwil-kuriwil … cocok buat Anda yang ingin dandan dengan nuansa vintage (atau seperti petruk). Lebih pas jika dipadankan dengan lipstik dengan bentuk yang sama. Kira-kira hasilnya seperti ini ...
(Baidewei, gambar lipstik-nya kok kaya kumis berdarah..)
So, girlz ... tunggu apa lagi untuk mencoba??
Nunggu kuda lumping udah pake daster, lel...
Setelah ngobras sama nyokap, akhirnya kita sepakat ngasih kado parsel buah. Tapi nyokap pesen cari buah yang aneh-aneh dan jarang dibeli orang.
Saya pikir lucu juga tuh. Jadi nanti di dalem parselnya ada macem2 buah aneh, kaya: buah palapa, buah godam, buah jeruk yang udah pernah dimakan setengah sama Michael Jackson, buah simalakama, dan lain-lain.
Maka, di siang hari nan panas .. ngangkotlah saya ke Ciwalk. Pulangnya saya menenteng 2 kantong besar buah dan keranjang parsel.
Tadinya saya sangsi bisa mengemas si parsel dengan cantik, sodara2. Soale saya lagi puasa (apa hubungannya coba?). Tapi memang Ramadhan itu bulan penuh keajaiban .. akhirnya parselnya berbentuk juga. Inilah hasilnya, sodara-sodara ... (backsound: plok-plok-plok-plok!)

Ada melon emas, pepino ungu, persik, pir korea, dragon fruit, mangga gincu (temennya mangga lipstik). Baru pertama saya nyobain buah persik ... ternyata rasanya mak nyuuuuuuzzzz, sodara2! Enak sekali! Sayang di dalamnya saya tak menjumpai Momotaro.
Tapi yang paling menarik perhatian saya adalah pepino ungu dan dragon fruit. Abis bentuknya ga lazim. Pepino ungu itu rada2 mirip terong gemuk. Ini saya kasih liat tampangnya ...
Dan ternyata rasanya ... si pepino ungu ini NDAK ENAK BIKIN MAU MUNTAH!
Terus ini foto dragon fruit sebelum ia dimutilasi sama nyokap.
Kalo yang ini rasanya lumayan. Seger-seger gitu.
Asik juga nyobain sesuatu yang aneh-aneh begini. Tapi tentunya ga akan sering-sering. Soale ongkosnya mahal, hahaha ... Buat saya tetep aja buah yang paling enak itu ya JERUK MEDAN.

Kemaren ceritanya saya ikut rombongan (bukan, bukan rombongan haji...) nonton pelem Die Hard 4. Keren pisan. Palagi kalo nonton di XXi, efek bledag-bledugnya makin konkrit. Kalo ada ledakan, getarannya terasa ampe kulit. Harusnya kalo ada adegan jempalitan, kursinya juga ikut muter2.
Iya deh, Bruce Willis walau tua, senyumnya tetep seksi.
Waktu kecil saya pernah takut masuk WC gara2 ada cicak nemplok di pintunya. Karena udah kebelet pisan, saya berusaha ngusir cicak sambil mengibas2kan tangan dan menendang2 udara. Tapi si cicak kayaknya malah terpana melihat attraction show dari saya. Akhirnya saya nahan pipis dan duduk di ruang tipi. Ada Kenalan Ibu Saya (KIS) lagi di situ …
Saya : Duh, kebelet pipis …
KIS : Lho, terus kenapa ga pipis ?
Saya :
KIS : Ealaaah … tadi lagi ngusir cicak toh. Pantesan … kirain lagi latian karate atau apa …
“… kalau ada cicak, coba diliatin aja terus. Sambil baca subhanallah. Lama-lama keliatan lucu juga, kok. Cicak juga
Sebelumnya kita ngumpul dulu di kosan saya untuk membuat rencana menaklukkan dunia kuliner. Kita akhirnya sepokat bikin pancake dan ekado.
Ekado-ekado-eska-eskado-eskado-dewa-dewi-
suit-suit-one-two-three-four ….
Kita mulai dari ekkado …
Kalo di rumah makan Jepang, Hoka-Hoka Bentol (bukan merek sebenarnya juga), ekkado biasanya begini …
Yang ini adalah ekado ala kita ! TADDAAAAAAAA … !!
Ekkado nan menggugah selera yang diikat dengan benang wol merah untuk mencegah isinya yang terburai-burai ...
(photo : taken by dibon)
Selanjutnya adalah pancake ...
Well, the pancake is supposed to be like this …
But it ended like this …
Pepatah bijak berkata : jangan menilai makanan dari bentuk luarnya. Nanti pamali dan berat jodoh. Lantas bagaimana jika setelah dicicip rasanya pun memprihatinkan ?
Hohohoho … sebagai juri yang objektif, saya menyatakan bahwa pancake-nya cukup lezat kok. Ekkado-nya? Not bad …. cuma agak kurang garem ma kurang mecin. Hehehe … but it’s fun, lho jeng … Perlu dicoba lagi nih lain kali. Dan for the next time, jangan ragu untuk mempercayakan kekuatan MECIN untuk rasa !
Saya baru tau kalo masuk Museum Geologi itu gratis ! Dulu pas SMA pernah masuk 2 kali, tapi kok perasaan bayar ya. Atau jangan2 waktu dulu itu kami anak2 ingusan di-tipu-daya oleh preman yang ngaku2 tukang karcis ? Isinya masih sama ketimbang 5 tahun lalu pas saya masuk sana. Masih ada tulang-belulang dinosaurus (my fave part), batu2an tambang Indonesia, gambar2 evolusi manusia, de..el..el...de...el...el... Sugoi banged, saya baru tau …
sejak kapan ya ada istilah ‘Sampah Domestik’ ?
Kirain yang ada cuma ‘sampah organik’ dan ‘sampah anorganik’. Itu aja saya masih suka bingung ngebedainnya, misalnya : kalo saya nemu mayat di jalan, ke manakah saya harus membuang ? Ke bak sampah organik atau anorganik ?
Kemudian ada
Terus sekarang ada ‘sampah domestik’. Apakah maksudnya adalah sampah dalam negeri ? Jadi, kalo ada bule yang mau buang tisu bekas ingus berarti ga boleh di bak ini (karena ingusnya dikategorikan sebagai benda dari luar negeri) ?
Rambut saya rontok.
Di kamar mandi, rontok.
Di kasur, rontok.
Di meja belajar, rontok.
Di depan pintu, rontok.
Di depan pembimbing TA, rontok.
Ternyata ....
Ternyata harapan saya terlalu berlebihan …
S : Uhmm…kayaknya yang kanan masi kepanjangan ma …
N : Oh, coba dipotong dikit lagi …
(bukan suara jangkrik, tapi suara rambut dipotong)
5 menit kemudian …
N : gimana ?
S : massiii….kepanjangan dikiiiittt…
N : potong dikit lagi ya …
(bukan suara jangkrik, tapi suara rambut dipotong)
-------------------
5 menit kemudian …
N : kayaknya udah ya ?
S : sebenernya masih kepanjangan si ma ? tapi kalo dipotong lagi abis de rambutnya …
N : iya ni, yang belakang mulai botak ..
S : HAH ?!?! SERIUS ?!
N : bukan, maksudnya kependekan …
S : (memandang curiga)
(bukan suara rambut dipotong , tapi suara jangkrik)
-------------------
5 menit kemudian …
N : (sedang berusaha memotong rambut dekat telinga …)
S : AAAAWWWW …!!! Ma, guntingnya nyogok kuping maaa …
N : Makanya kepalanya jangan nunduk !
S : hiks …
-------------------
5 menit kemudian …
N : (sedang berusaha memotong rambut yang aga tebal di dekat telinga …)
S : (harap2 cemas ada gunting lagi gerepe-gerepe deket telinga)
....
....
....
....
CREEEEEEEEEK …!!!
N : Hehehe … mama kira tadi kuping ?
S : (memandang curiga) …… kalo tadi dikira kuping … kok malah dipotong ?
N : Hehehehe ….
-------------------
5 menit kemudian …
N : (sedang mematut2 hasil karyanya di cermin)
S : Udah ma, udah rata kok …
N : Kayaknya belum kok … itu yang kiri masih kepanjangan ya ?
S : Uda deh ma .. ngantuk ni … biarin aja …
N : Harusnya nanti kalo cuci rambut bisa keliatan yang kepanjangan
S : Uda ma, biarin aja … model asimetris lagi ngetop kok ..